Undiknas Genjot ”Soft Skill” Lewat SKP
Undiknas sangat peduli membekali lulusannya dengan soft skill berupa pengalaman berorganisasi dan interaksi sosial. Keterampilan ini sangat menentukan kesuksesan memenangkan persaingan kerja. Untuk menggenjot soft skill itu, mahasiswa Undiknas yang boleh KKN mulai tahun ini disyaratkan minimal memiliki Satuan Kredit Partisipasi (SKP) 400 poin.
”Dulu syarat itu hanya bagi mahasiswa yang diwisuda, kini bagi yang KKN agar mereka memiliki soft skill yang memadai,” ujar Rektor Undiknas Prof. Dr. Gede Sri Darma, S.T., M.M., usai melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (Bekma) Undiknas dan lembaga kemahasiswaan di Undiknas, Jumat (9/2) kemarin.
Langkah ini diambil, menurut Gede Sri Darma didampingi Deputi Rektor III Nengah Wirsa, S.E., M.M., bukan menghambat mahasiswa menyelesaikan studi, melainkan menyiapkan SDM Undiknas yang kuat dan andal. Sebab di dunia kerja sekarang diperlukan lulusan yang memiliki integritas kemampuan, termasuk pengalaman berorganisasi dan bekerja sama. Makanya mahasiswa bisa saling mengontrol rekannya terhadap SKP tersebut.
Gede Sri Darma yang juga mantan aktivis kampus ini mengatakan peringkat pertama penentu kesuksesan adalah komunikasi dan interaksi, idealisme, kejujuran dan kerja sama. Baru diikuti kemampuan berorganisasi dan berpikir kreatif dan belajar memimpin serta menyelesaikan masalah.
Ia menyarankan organisasi kemahasiswaan dipakai media membelajarkan diri secara positif, bukan untuk ngerumpi atau kongko-kongko. Bekma Undiknas diminta memberi kontribusi terhadap pemecahan masalah Bali.
Ketua Bekma Undiknas yang baru, Oktavianus Lai Kim Fa, siap mengantarkan Bekma Undiknas lebih mapan dan kuat serta tercipta atmosfer yang kreatif. Pada acara itu dilantik Ketua Bekma FE Ali Abidin, Ketua BLM Fisipol Maria Putri, Ketua Bekma Fisipol Saina Rimanda, Ketua BLM FH Gede Marbawa, Ketua Bekma FH Agus Purwantara, Ketua Bekma FT Kadek Adi Kusuma, Ketua BLM FT Aiseng.
From Balipost 10022007



