20 August 2014






HOT NEWS
Kualitas Perkuliahan Menjadi Prioritas Utama bagi Maru 2014/2015 dalam Memilih Undiknas untuk Melanjutkan Studi »Proses Penerimaan Maru (Maru) Tahun Akademik 2014-2015 di lingkungan Undiknas University telah berakhir dengan peningkatan jumlah maru yang signifikan. Meskipun demikian proses ini perlu dievaluasi untuk mengetahui kinerja Undiknas dalam melakukan pelayanan penerimaan Maru. Prinsip dasar pengukuran kinerja Undiknas University Denpasar dalam Proses Pelaksanaan Penerimaan Maru adalah bagaimana Undiknas mampu melakukan evaluasi terhadap dirinya dalam melayani calon mahasiswa sehingga mampu untuk menata dirinya menuju kearah yang lebih baik, dan pada akhirnya mampu menjaga kepercayaan masyarakat yang bermuara pada peningkatan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun. Pengukuran dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang memuat 3 (tiga) bagian utama, pertama tentang Informasi keberadaan Undiknas, kedua tentang Pelayanan Pendaftaran Mahasiswa Baru dan ketiga tentang Pelantikan Menjadi Maru, serta diberikan ruang untuk menyampaikan saran dan komentar. Adapun informasi yang diperoleh dari hasil tabulasi kuesioner Maru adalah sebagai berikut : Informasi keberadaan undiknas sebagian besar diperoleh melalui saudara/keluarga/teman disamping diperoleh melalui media cetak dan elektronik lainnya. Faktor Kualitas perkuliahan di Undiknas menjadi penentu bagi Maru dalam menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan studi di Undiknas University Calon Mahasiswa Baru Merasa puas terhadap pelayanan dalam proses penerimaan Maru yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pendaftaran, pelaksanaan tes on line, pengumuman, wawancara, dan pendaftaran kembali. Prosesi Pelantikan dan pembukaan Ospek mampu menumbuhkan rasa bangga mahasiswa baru menjadi bagian dari civitas akademika Undiknas University. Maru diberikan kesempatan untuk memberikan Komentar dan saran baik dibidang akademik , sarana prasarana, proses penerimaan maru dan prosesi pelantikan maru. Secara garis besar maru mengingginkan agar Undiknas mempertahankan dan meningkatkan kulitas perkuliahan sehingga mampu meningkatkan nilai Akreditasi di semua prodi yang ada di lingkungan Undiknas. Maru menyarankan agar tampilan gedung kampus lebih modern dengan lingkungan kampus yang rindang dan nyaman.  Tuesday, 19 August 2014 07:12
Undiknas Business School Bentuk Ikatan Alumni Model “Cluster” »Setelah berganti nama dari Program Magister Manajemen (MM) Pascasarjana Un­diknas menjadi Undiknas Business School, Direktur Pascasarjana Undiknas Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. langsung berinisiatif membentuk ikatan alumni model cluster. Sebanyak 98 alumni MM (Business School) dari angkatan pertama hingga angkatan ke-14, Sabtu ( 16/8) lalu berkumpul di kampus PPS Undik­nas untuk membentuk ikatan alumni cluster pertama. Hal ini akan dilanjutkan untuk ikatan alumni angkatan ke-15 sampai ke-20 hingga angkatan tera- khir (40). Prof. Gede Sri Darma mengungkapkan, pembentukan ikatan alumni dengan cara cluster ini dipakai sebagai mo­mentum 14 tahun Prodi MM berdiri mulai dari sejak belum dikenal dengan istilah akreditasi hingga kini terakreditasi A dan kini menjadi Undiknas Business School. Kedua, kata dia, untuk menjamin efektivitas mereka dalam membangun jejaring antarpara alumni. Sebab, jika dibagi dengan pola ini mereka memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dan lebih intens berkomunikasi karena sama-sama pernah menikmati perkuliahan dalam waktu yang relatif sama. Untuk angkatan 1-10 umumnya menjalani perkuliahan di MM Undiknas pada tahun 2000-2002. Dengan kedekatan jarak lulus dan emosi ini, akan terjalin komunikasi yang efektif dan penyampaian informasi yang up to date untuk diajak bersama membangun dan membesarkan lembaga. Makanya dia ingin alumninya tak hanya berkontribusi dalam pemikiran dan kemajuan pengetahuan juga dalam pengembangan kelembagaan. Dengan terbentuknya ika­tan alumni model cluster, kata dia, bukan berarti MM Undik­nas sebelumnya tak memiliki ikatan alumni. Hanya saja mereka terhimpun dalam ben­tuk komisariat-komisariat. Dengan model cluster dia inginkan ikatan alumni Undik­nas Business School ini lebih ramping dan lebih lincah melakukan aktivitasnya. Yang menarik, acara pem­bentukan ikatan alumni Un­diknas Business School dilakukan secara terbuka di ruang terbuka. Semua alumni diberi kesempatan mengeluarkan pendapat untuk kemajuan Undiknas Business School. Agenda ini juga dipakai oleh Direktur PPS Undiknas untuk melakukan pelacakan studi alumni untuk mengetahui eskalator posisi kariernya berada. Ini sebagai masukan berar­ti bagi Undiknas ke depan. Pada acara itu para alumni juga diajak keliling melihat kelengkapan sarana fasilitas kampus yang jauh lebih maju dibandingkan tahun 2000.  Tuesday, 19 August 2014 01:55
Setelah Terakreditasi A, Kini MM Undiknas Jadi Undiknas Business School »Setelah berhasil meraih nilai akreditasi A dan untuk memasuki serta menjadi member dari Association to Advanced Collegiate Business School (AACSB), kini Magister Manajemen (MM) Un­diknas berubah nama menjadi Undiknas Business SchooL. Launching nama baru tersebut dilakukan Direktur Program Pascasarjana yang juga Rektor Undik­nas Prof. Gede Sri Darma dalam acara pelepasan 33 lulusan MM dan Magister Administrasi Publik (MAP), Sabtu (16/8) di Sanur. Berubahnya nama MM Undik­nas menjadi Undiknas Business School didorong oleh keinginan MM Undiknas untuk menjadi salah satu anggota dari AACSB yang bermarkas di California, AS. Dengan menjadi anggota AACSB, banyak manfaat yang diperoleh di antaranya publikasi ilmiah bersama, sharing case study, bank ex­amination, bank power point, in­ternational seminar, sharing busi­ness information dan terakredita­si intemasional. Strategi ini diambil MM Undik­nas, kata dia, mengingat persaingan global yang sangat ketat sehingga diperlukan menghasilkan lu­lusan yang mampu memenangkan persaingan. Apalagi Bali yang dikenai sebagai the best destination in the world, akan menjadi primadona investasi asing. Kedua, Sri Darma ingin mempertahankan kualitas SDM tidak hanya kualitas lulusan tetapi juga kualitas alumninya. Untuk memperoleh gelar master telah bany­ak menguras pikiran dan tenaga, yang lebih penting adalah bagaimana mempertahankan kualitas mereka bahkan meningkatkan pengetahuan mereka sepanjang hayatnya. Untuk itu dia mengajak para alumninya terus mengembangkan pengetahuan dengan cara terus belajar dan belajar. Jika hal itu tak dilakukan, kata dia, masyarakat akan menilai mahasiswa PPS Undiknas hanya jago kampus. Peningkatan kualitas diri ini dia juga tujukan kepada para dosen untuk terus meng-up date semua keilmuwan. Dengan demikian Undiknas tak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Di sisi lain Direktur PPS Un­diknas, Sri Darma menyukuri dan ikut berbangga mahasiswa Undik­nas bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Hasil ini adalah berkat perjuangan keras mahasiswa ser­ta berkat bimbingan para dosen se-hingga bisa lulus secara berkualitas. Dari 33 magister yang diyudisium Sabtu lalu, sebanyak 21 dari Prodi Magister Manajemen dan 12 dari Prodi MAP. Untuk Prodi MM rata-rata lulusan meraih IPK 3,83 dengan predikat cumlaude 14 orang atau 61 persen, sisanya san­gat memuaskan. Predikat lulusan terbaik dan teraktif diraih Letkol (Pum) Dra. I Gusti Ayu Wiratni Adnyani dengan IPK 4,00 masa studi 552 hari Lulusan terfavorit Chintia Rosdiana Dewi, lulusan tercepat Ni Made Widiastuti (435 hari). Lulusan Prodi MAP rata-rata meraih IPK 3,75 dengan masa studi rata-rata 522 hari. Sebanyak 8 orang (66,67 persen) meraih predikat cumlaude, sisanya sangat memuaskan. Tampil sebagai lulu­san terbaik I Gede Gatot Kasmariadi dengan IPK tertinggi 3,97 masa studi 514 hari Lulusan tercepat Dyan Ratri Wulandari (436 hari) dan terfavorit I Gusti Ayu Maheri Agung.  Sunday, 17 August 2014 04:11

INFO LEMBAGA

HASIL  MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN UTS…
Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Ni Ketut Elly…
Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS)…


INFO FAKULTAS

PEDOMAN TATA PENULISAN Berikut ini ditentukan…
COMPANY VISIT FAKULTAS HUKUM (FH) UNDIKNAS KE…
13 april 2012 , jam 10.00 Wita FTI - Sipil…

PUSAT KAJIAN

Kata Pengantar Jurnal Konstitusi ini merupakan…
RESUME KEGIATAN SUARA KONSTITUSIKERJASAMA…

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

AKADEMIK I

Mudita Akademik Undiknas

KEUANGAN I

Md Mul Keuangan Undiknas

MARKETING I

Mareni Marketing Undikinas

WEBMASTER

Adi W Webmaster Undiknas

AKADEMIK II

Agung Akademik Undiknas

KEUANGAN II

Agus Keuangan

MARKETING II

Putri Pendaftaran Mhs Baru

CYBERNET

Sata Cybernet Undiknas


Magister Administrasi Publik

  • PDF


Setelah memiliki Program Studi Magister Manajemen, Program Pasca Undiknas kini membuka Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) untuk tahun ajaran 2007/2008 ini.

Program studi ini dibuka untuk memenuhi permintaan kalangan birokrat pemerintahan atau PNS maupun kalangan lain di Bali. “Program ini dimaksudkan untuk menambah bobot keilmuan dan mendongkrak perjalanan karier mereka”, tegas Deputi Rektor I Undiknas Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M.

Ijin operasional Program studi MAP PPs Undiknas sudah diterbitkan. Adanya dasar legalitas penyelenggaraan Program Studi ini memastikan Undiknas sebagai satu satunya perguruan tinggi wilayah Nusa Tenggara yang memiliki Program studi MAP.

Sebelumnya Undiknas merupakan satu dari dua PTS di bawah Depdiknas yang berijin menyelenggarakan Program Pasca Sarjana (S2), selain UNHI Denpasar. Program S2 Undiknas bahkan telah memasuki angkatan ke-19. Ratusan alumnus bergelar Magister Manajemen telah dicetak dari Program Studi ini.

PPs Magister Manajemen Undiknas memiliki tiga pilihan konsentrasi, yakni Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Manajemen Keuangan dan Manajemen Pemasaran.

Brosur Pendaftaran Mahasiswa Baru Magister Administrasi Publik Angkatan 12 di dalam nya berisikan :

1. Pendaftaran
2. Tes seleksi masuk & wawancara
3. Martikulasi & Perkuliahan
4. Biaya-biaya selama kuliah


Last Updated on Thursday, 03 February 2011 16:17

KONTAK

SEKRETARIAT
Jl.Bedugul No.39 Sidakarya
Denpasar - Bali
info[at]undiknas.ac.id
Telp. 0361-723077 / 723868
Fax. 0361-723077


Telp. (0361) 723077/723868 Fax. (0361) 723077