UNDIKNAS UNIVERSITY MEMILIKI DOKTOR BIDANG FRANCHISE (WARALABA)

May 24th, 2010
Doktor Baru Undiknas UniversityUndiknas University memiliki seorang Doktor di bidang franchise atau waralaba, dia adalah Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. yang saat ini menjabat sebagai Direktur Akademik dan Sistem Informasi Undiknas University Denpasar. Doktor Nyoman Sri Subawa menyelesaikan Pendidikan Doktoral pada Universitas Udayana dengan bidang konsentrasi/pengutamaan Sosial Ekonomi pada Program Studi Kajian Budaya. Dengan mengangkat judul disertasi Waralaba Lembaga Pendidikan Nonformal sebagai Ekspansi Ekonomi Global di Kota Denpasar yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pendidikan Doktoral diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun dimana puncak dari pendidikan tersebut adalah tahapan promosi doktor atau ujian terbuka yang telah diselenggarakan pada tanggal 23 Desember 2009 di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar. Bertindak selaku promotor adalah Prof Dr. I Wayan Tjatera, M.Sc. dengan melibatkan 2 ko-promotor, penyanggah, undangan Badan Penyanggah Program Pascasarjana, dan undangan akademik. Dihadiri pula oleh Rektor, dan civitas akademika Undiknas lainnya. Selama menempuh pendidikan Doktoral, berkesempatan dan berhasil memperoleh Hibah Penelitian Pendidikan Program Doktor dari Dikti dengan nominal Rp. 50 Juta yang merupakan nilai nominal tertinggi, karena penelitian disertasinya dinilai layak untuk dibiayai.
Ketertarikannya terhadap bidang waralaba (franchise) disebabkan oleh ketimpangan yang terjadi selama ini, dimana franchisor (pewaralaba, yaitu pemilik usaha waralaba) memiliki kekuasaan ekonomi yang mendominasi franchisee (terwaralaba, yaitu pembeli usaha waralaba). Walaupun sesungguhnya seorang franchisee juga mempergunakan modal ekonomi dalam membeli usaha tersebut. Fenomena adanya Franchise di bidang pendidikan, telah menggeser hakekat pendidikan itu sendiri, dari yang semula bersifat non-profit (sosial) saat ini benar-benar telah mengarah pada profit oriented. Bisnis pendidikan non-formal saat ini tak ubahnya seperti paket kemasan konsumsi hidangan cepat saji, hal ini terutama sejak pendidikan nonformal dikembangkan melalui konsep franchising.
Dr. Nyoman Sri Subawa lahir di Denpasar, tanggal 28 Agustus 1970 tercatat sebagai dosen PNS Kopertis Wilayah VIII yang dipekerjakan pada Universitas Pendidikan Nasional Denpasar. Menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Ilmu Administrasi Negara, Universitas Brawijaya Malang tahun 1995, Sarjana Teknik pada Institut Teknologi Nasional Malang tahun 1994, memperoleh gelar Magister Manajemen konsentrasi Manajemen Pemasaran pada Universitas Airlangga Surabaya, tahun 1998.

Pengumuman Her Registrasi 2010

May 24th, 2010

PENGUMUMAN


DIUMUMKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA UNDIKNAS UNIVERSITY DENPASAR BAHWA PENDAFTARAN KEMBALI (HER REGISTRASI) DIMULAI TANGGAL 24 MEI S/D 4 JUNI 2010, DENGAN SYARAT SEBAGAI BERIKUT :

  1. FORMULIR DAPAT DIAMBIL DI BAA
  2. FOTOCOPY KWITANSI PEMBAYARAN TERAKHIR (STEMPEL LUNAS)
  3. FOTOCOPY KARTU MAHASISWA

DEMIKIANLAH DIUMUMKAN UNTUK DIPERHATIKAN DAN DILAKSANAKAN, TERIMAKASIH.

Denpasar, 24 Mei 2010
Ka.BAA

TTD

IGA. Raka Parwaty

Wisuda Periode Februari 2010 Undiknas University

February 18th, 2010
wisuda Februari 2010Rektor Undiknas University Prof. Dr. Gede Sri Darma pada puncak Dies Natalis ke-41, Rabu (17/2) kemarin mewisuda 184 Sarjana S1 dan S2. Bersamaan dengan itu, Rektor Undiknas University dan Bupati Gianyar menandatangani naskah kerja sama Undiknas University dengan Pemkab Gianyar.
Pada acara wisuda yang diahadiri Ketua Perdiknas Tini Rusmini Gorda dan Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. Baharuddin AB, juga diumumkan dosen yang meraih gelar doktor yakni Dr. I Nyoman Sri Subawa, S.T.,S.Sos.,M.M.
Rektor Undiknas University mengungkapkan lulusan yang dicetak Undiknas University diharapkan berdaya saing tinggi. Tidak hanya mengejar pekerjaan dan menciptakan pekerjaan di dalam negeri namun juga di luar negeri. Untuk itu mereka sudah disiapkan hardskill dan softskill.
Hardskill berupa penguasaan keilmuan, kemampuan berbahasa asing dan teknologi informasi. Sementara kemampuan softskill berupa kecerdasan berkomunikasi dan bekerja dalam tim. Hal ini menjadi fokus di Undiknas University untuk merespon keluhan pengguna jasa lulusan perguruan tinggi yang menyebutkan sarjana sekarang banyak yang pintar namun sulit diajak bekerja sama dalam tim. Mereka ingin lulusan yang memiliki kecerdasan biasa-biasa saja tetapi tingkat kecerdasan berinteraksinya tinggi.
Ketua perdiknas Tini Rusmini Gorda menekankan persaingan antara perguruan tinggi semakin ketat saat ini harus diimbangi dengan pelayanan dan kualitas. Beliau menyarankan perlu diadakan pemantauan terhadap kemampuan alumni memasuki dunia kerja. Konsep pelayanan penuh senyum perlu dilanjutkan, karena senyum melambangkan kebahagian dan keikhlasan.
Semenatra itu, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Baharuddin AB mengatakan untuk menjalankan perannya sebagai pencetak SDM berkualitas, perguruan tinggi harus memiliki organisasi yang sehat. Diantaranya bertanggung jawab atas mutu, kepemimpinan yang kuat, anggaran efektif dan evaluasi secara kontinu.
Penerimaan Mahasiswa
Mahasiswa Baru
E-Journal
  • Web Mail
    User :
    Pass :

    Alternatif Login
    Archive