28 August 2014






HOT NEWS
Hadapi Persaingan Rektor Undiknas Tekankan Revolusi Mental » Agustus merupakan bulan prestasi bagi Undiknas Uni­versity. Setelah meraih akreditasi A untuk Prodi S-l Manajemen dan MM, dan nilai B untuk akreditasi institusi, Sabtu (23/8) Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. mewisuda 200 sarjana S-1 dan S-2 di Bali Nusa Dua Convention Centre. Hingga kini alumni Undiknas sebanyak 19.596 orang. Tampil sebagai lulusan terbaik Prodi Manajemen Lily (3,93) Wayan Werdana (Akuntansi, 3,88), AA. Heny Septiani (Ilmu Komunikasi, 3,81) dan I Gede Saputra Hadyanto (llmu Administrasi Negara, 3,59). Lulusan terbaik di FH dipegang Satria (3,78), I Gede Putu Mandala di Teknik Elektro (3,41) dan Ronaldus Fridolinus Latara (2,98) di Teknik Sipil. Program magister lulusan terbaik diraih Letkol (Purn) IGA Wiratni Adriyani (4,00) dari program studi Magister Manaje­men dan I Gede Gatot Kasmariadi di MAP (3,97). Rektor Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. mengungkapkan rasa bangganya karena menghasilkan lulusannya sebagai human capi­tal yang kompeten dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Untuk itu lulusannya harus siap menghadapi dan memenangkan gempuran para pesaing dari 9 negara ASEAN, akhir 2015. Kata dia, revolusi mental sudah menjadi kata kunci untuk dapat bersaing di era globalisasi. Di antaranya kedisiplinan dalam segala hal, menghargai waktu, respect to all people, dan lain sebagainya, yang pada akhirnya mampu mengeliminasi mental korup di negara kita ini. Saat itu juga diumumkan tiga doktor baru Undiknas yakni Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., Dr. Ni Putu Nina Eka Lestari, S.E., M.M., Dr. Ni Nyo man Sunariani, Dra., M.M. Prestasi ini salah satu komitmen Undiknas senantiasa meningkatkan kualitas dosen, sejalan dengan motonya ‘’menjamin mutu dan kepastian masa depan”. Setelah Program Studi Mana­jemen meraih akreditasi dengan nilai A, Magister Manajemen juga meriah nilai A. Nilai A ini berarti bahwa proses pembelajaran baik di program studi mana­jemen maupun Magister Mana­jemen sudah berjalan dengan predikat sangat baik, sedangkan di program studi lainnya, seperti program studi akuntansi, ilmu hukum, teknik sipil, ilmu admin­istrasi negara, dan magister ad­ministrasi publik telah berjalan dengan predikat baik. Yang lebih membanggakan Undiknas satu-satunya PTS di kopertis VIII yang telah terakreditasi institusi-akreditasi AIPT dengan nilai 342 atau nilai B. Undiknas hanya perlu 19 poin untuk dapat meraih akreditasi institusi nilai A di tahun 2019 sebagai syarat mengeluarkan ijazah secara sah. Semua prestra- si ini mendorong naiknya peminat masuk ke Undiknas mencapai 1.185, sedangkan yang diterima 788 mahasiswa baru. Usai wisuda Rektor Gede Sri Darma didampingi Direktur Akademik dan Sistem Informasi Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M., menambahkan, selama ini lulusan Undiknas University sebagian besar menjadi entrepreneur mandiri sebagaimana rujukan dan tonggak pola ilmiah pokok Undiknas University. Undiknas menciptakan entrepreneur muda untuk bersaing dalam pasar bebas saat ini. Monday, 25 August 2014 06:05
Fakultas Teknik dan Informatika » 1. SEJARAH FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA Universitas Pendidikan Nasional ( Undiknas) Denpasar merupakan penggabungan dari beberapa Sekolah Tinggi yang ada di kota Denpasar, antara lain: Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan (STIK) menjadi Fakultas Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) menjadi Fakultas Hukum , Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi Fakultas Ilmu Administrasi dan Ilmu Komunikasi, dan Akademi Teknik Dua Puluh Nopember (ATD) menjadi Fakultas Teknik dan Informatika. 2. VISI DAN MISI a. Visi Menjadikan Progdi Tek. Elektro sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang Teknik Elektro yang unggul, profesional, berintegritas, jujur, beretika, bermoral serta memiliki jiwa entrepreneurship. b. Misi Menjamin Pendidikan Teknik Elektro Yang Berkualitas dan Mampu Bersaing Dalam Dunia Kerja Menjamin Pendidikan Teknik Elektro Yang Mampu Menerapkan Ilmu Teknik Elektro Yang Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat Menjamin Proses Pendidikan Teknik Elektro Yang Berkualitas Melalui Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Menjamin Pendidikan Teknik Elektro Dengan Mengedepankan Kebebasan mimbar Akademik yang Beretika dan Bertanggungjawab. Menjamin Pendidikan yang Mengedepankan Semangat entrepreneurship. 3. JURUSAN/PROGRAM STUDI No. Jurusan Program Studi Jenjang Pendidikan Status 1. Teknik Sipil Teknik Sipil S1 Terakreditasi 2. Teknik Elektro Teknik Elektro S1 Terakreditasi Untuk menyelesaikan studi dengan gelar akademik Sarjana Teknik (ST) pada Program studi Teknik Sipil maupun Teknik Elektro, mahasiswa harus mendapatkan kredit 148 Sks dengan waktu studi nominal 4 tahun. 4. KUALIFIKASI DOSEN Fakultas Teknik dan Informatika dibina oleh 21 orang dosen tetap dan 13 orang dosen tidak tetap. Dosen tetap yang telah memiliki gelar S2 sebanyak 9 orang dan 1 orang telah menyandang gelar Doktor (S3). 5. DATA LULUSAN No. Jurusan Program Studi Jumlah Lulusan 1. Teknik Sipil Teknik Sipil 181 2. Teknik Elektro Teknik Elektro 206 Sebagian besar lulusan sudah bekerja, baik pada instansi pemerintah maupun swasta. 6. BEASISWA Bagi mahasiswa berprestasi dalam bidang akademik maupun bidang olah raga dan seni, berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Macam-macam beasiswa yang ada: Beasiswa dari Perdiknas Beasiswa Supersemar Beasiswa dari Dikti Beasiswa dari PT. PLN Dan lain-lain 7. SARANA DAN PRASARANA a. GEDUNG DAN RUANG KULIAH Fakultas Teknik dan Informatika Undiknas Denpasar menempati gedung sendiri, yaitu gedung Unit IV dengan jumlah ruang kuliah sebanyak 6 ruangan b. PERPUSTAKAAN Terdiri dari 2 (dua) unit Perpustakaan yaitu perpustakaan pusat dan perpustakaan Fakultas. Koleksi buku, Jumal Nasional dan Jumal Intemasional yang tersedia pada Fakultas Teknik dan Informatika sebanyak : 756 judul dengan jumlah lebih dari 2600 exsemplar. c. LABORATORIUM Laboratorium Teknik Sipil Fasilitas yang tersedia untuk mengaplikasikan teori bidang Teknik Sipil seperti: praktikum mekanika tanah, Beton, Keairan dan Pemetaan Laboratorium Teknik Elektro Fasilitas yang tersedia untuk mengaplikasikan teori bidang Teknik Elektro seperti: Praktikum Rangkaian Listrik Dasar Elektronika, Pengukuran, Instalasi, Mesin Listrik, Elektronika Daya dan Rangkaian logika Laboratorium Komputer Komputer yang tersedia dengan menggunakan program aplikasi yang sudah ada digunakan untuk mengaplikasikan/membantu menyelesaikan persoalan-persoalan teknik Sipil maupun elektro yang sangat sulit. Laboratorium Komputer juga digunakan untuk fasilitas internet , mi bertujuan agar mahasiswa tidak ketinggal dengan teknologi informasi Laboratorium Bahasa Asing Laboratorium bahasa asing khususnya bahasa inggris bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa sehingga siap bersaing pada era global Fasilitas Lain: • Balai Penerbitan dan Percetakan • Majalah kampus ” Almamater” • Jurnal Teknik “Elsikom” 8. STANDAR OPERASIONAL PRESEDUR Teknik Elektro --> Download Teknik Sipil --> Download  Monday, 25 August 2014 02:54

INFO LEMBAGA

HASIL  MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN UTS…
Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Ni Ketut Elly…
Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS)…


INFO FAKULTAS

PEDOMAN TATA PENULISAN Berikut ini ditentukan…
COMPANY VISIT FAKULTAS HUKUM (FH) UNDIKNAS KE…
13 april 2012 , jam 10.00 Wita FTI - Sipil…

PUSAT KAJIAN

Kata Pengantar Jurnal Konstitusi ini merupakan…
RESUME KEGIATAN SUARA KONSTITUSIKERJASAMA…

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

AKADEMIK I

Mudita Akademik Undiknas

KEUANGAN I

Md Mul Keuangan Undiknas

MARKETING I

Mareni Marketing Undikinas

WEBMASTER

Adi W Webmaster Undiknas

AKADEMIK II

Agung Akademik Undiknas

KEUANGAN II

Agus Keuangan

MARKETING II

Putri Pendaftaran Mhs Baru

CYBERNET

Sata Cybernet Undiknas


Sistem Pemilu Tak Jamin Pemerintahan Efektif

  • PDF

Serangkaian Dies Natalis dan akreditasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undiknas University menggelar seminar nasional bertema ''Sistem Politik dan Pemilu Indonesia, Harapan dan Kenyataan''. Tampil sebagai pembicara anggota KPU IGP Artha, S.P., M.Si., dan Dr. Nyoman Subanda, Dekan FISIP Undiknas University menghantarkan ''Politik Kontemporer''.

Seminar dipandu Direktur Direktorat Sumber Daya Undiknas University Ida Bagus Teddy Prianthara, S.E. Ak., M.Si. Ia memberi ilustrasi bagaimana kondisi negara saat ini karena biaya pilkada menjadi sangat tinggi hingga sampai memangkas biaya pendidikan dan kesehatan di APBD. Bahkan kepala daerah kini banyak disandera dengan kasus korupsi. IGP Artha menjelaskan pemilu dengan sistem proporsional dilakukan guna mengakomodasi terwakilinya semua elemen rakyat. Jika sistem distrik murni diterapkan bisa membuat wakil rakyat homogen dari satu parpol.

Dia menilai sistem pemilu tak salah, tapi praktiknya yang lepas akibat kepentingan politik sempit. Parpol pemenang pemilu berpikir politis sempit bahwa presiden dan gubernur/bupati harus dari parpol pemenang. Pemikiran inilah yang merusak demokrasi sehingga terjadilah dinasti bupati dari satu keluarga mulai dari ayah hingga ke anak. ''Ada bupati membacakan teks Pancasila saja bisa salah,'' ujarnya.

Yang harus dilakukan sebenarnya masyarakat harus melihat tantangan daerah, kemudian dirumuskan caranya barulah mencari pemimpin yang bisa mengatasi masalah tersebut.

Ia menegaskan sistem pemilu tak menjamin pemerintahan efektif, justru pemilukada boros anggaran hingga Rp 900 miliar.

Ia mengakui adanya wacana untuk penataan ulang sistem Pemilu. Ia mengusulkan pemilu legislatif bersamaan dengan pemilukada sehingga pemenang bupati/gubernur dari parpol pemenang pemilu. Usul ini, kata dia, memang tak lumrah namun bisa efektif. Ada juga usul Gubernur dipilih oleh DPRD Provinsi dan Pemilukada di kota/kabupaten tetap dilakukan DPRD kabupaten/kota. Semua pola ini memiliki kelemahan dan kelebihan.

Dr. Nyoman Subanda mengungkapkan dunia politik kontemporer di era globalisasi dan modernisasi menyebabkan makin kurangnya peran negara. Adanya komersialisasi politik, lunturnya jiwa nasionalisme dan kebangsaan.

Yang terjadi saat ini dalam politik kontemporer parpol hanya sebagai kendaraan politik, parpol pun tak punya konstituen jelas dan miskin idiologi. Di samping itu munculnya politik aliran, parpol cenderung sebagai pengorganisasi daripada mengurusi masyarakat. Mengutamakan figur daripada idiologi dan caleg berkompotensi internal bukan dengan antarparpol.

KONTAK

SEKRETARIAT
Jl.Bedugul No.39 Sidakarya
Denpasar - Bali
info[at]undiknas.ac.id
Telp. 0361-723077 / 723868
Fax. 0361-723077


Telp. (0361) 723077/723868 Fax. (0361) 723077