17 September 2014






HOT NEWS
Undiknas Juara Dalam Lomba Pidato Konstitusi Perguruan Tinggi Se-Bali »Undiknas meraih prestasi dalam Lomba Pidato Konstitusi Perguruan Tingi se-Bali yang diadakan oleh Universitas Udayana kerjasama dengan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia. Lomba tersebut diadakan pada tanggal 2 s.d 3 September 2014 bertempat di Aula Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) yang diikuti oleh perguruan tinggi se-Bali, antara lain : Unud, Universitas Mahasaraswati, Universitas Ngurah Rai, Universitas Panji Sakti, Undiksha, Warmadewa, Universitas Mahendradatta, Universitas Dwijendra dan Undiknas University. Adapun juri dalam lomba tersebut adalah berasal dari akademisi, politisi dan perwakilan dari MK RI. Undiknas mengirimkan dua orang perwakilan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) dan Fakultas Hukum (FH) dan telah mengukir sejarah ke-2 kali masuk semi final dan berhasil meraih juara. Juara 1 diraih oleh Denisha Sinay dari Fisip Undiknas Prodi Ilmu Komunikasi dengan dosen pendamping Nuning Indah Pratiwi, S.Sos.,M.Kom. Sedangkan perwakilan dari Fakultas Hukum Undiknas meraih juara 3 atas nama I Dewa Agung Gede Yogaswara Aditya Negara dengan dosen pendamping I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H.,LL.M., mengalahkan Fakultas Hukum Unud dan Undiksha Singaraja. Nuning Indah Pratiwi (dosen pendamping) menambahkan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan suatu kehormatan bagi Fisip Undiknas mendapatkan piala bergilir dari MK RI dan FH Unud. Semoga Undiknas dapat mempertahankannya ditahun depan. Friday, 05 September 2014 00:00
Undiknas Jalin Kerjasama dengan Institute Teknologi Nasional Malang »Undiknas kembali mengembangkan sayap dengan mengadakan kerjasama dengan Institute Teknologi Nasional yang sering disebut ITN Malang. Penandatanganan MoU dilaksanakan hari ini Jumat, 29 Agustus 2014 bertempat di Gedung B Kampus Undiknas Denpasar. Kedatangan Rektor ITN Ir. Soeparno Djiwo, M.T., dan jajarannya disambut oleh Wakil Rektor Undiknas Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H.,M.Si. beserta jajaran pimpinan Undiknas Denpasar. Dalam acara tersebut ditandatangani kerjasama dalam bidang pendidikan, karena Undiknas dan ITN sama-sama memiliki misi untuk mencerdaskan anak bangsa. Selain itu kerjasama juga dilaksanakan dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi, salah satunya menjalin kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam sambutannya Wakil Rektor Undiknas mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang telah ditandatangani dan apresiasi yang tinggi juga diberikan kepada ITN yang pernah berjaya pada tahun 2000an atas prestasi dengan jumlah mahasiswa terbanyak tahun itu. Rektor ITN juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas MoU dan penyambutannya selama melaksanakan kunjungan di kampus Undiknas Denpasar, rector ITN juga berharap kerjasama dengan Undiknas bisa terus ditingkatkan. Direktur Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Nyoman Sri Subawa M.M., menambahkan prestasi yang luar bisa dalam bidang penelitian telah diraih ITN, terbukti dengan banyaknya raihan hibah dari DIKTI yang diperoleh, atas prestasi tersebut Dr. Sri Subawa mengucapkan selamat kepada Rektor ITN dan jajarannya. Dipengujung acara dilaksanakan pertukaran cendera mata dan diakhiri dengan sesi foto bersama di depan gedung B kampus Undiknas.  Friday, 29 August 2014 06:47

INFO LEMBAGA

HASIL  MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN UTS…
Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Ni Ketut Elly…
Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS)…


INFO FAKULTAS

PEDOMAN TATA PENULISAN Berikut ini ditentukan…
COMPANY VISIT FAKULTAS HUKUM (FH) UNDIKNAS KE…
13 april 2012 , jam 10.00 Wita FTI - Sipil…

PUSAT KAJIAN

Kata Pengantar Jurnal Konstitusi ini merupakan…
RESUME KEGIATAN SUARA KONSTITUSIKERJASAMA…

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

AKADEMIK I

Mudita Akademik Undiknas

KEUANGAN I

Md Mul Keuangan Undiknas

MARKETING I

Mareni Marketing Undikinas

WEBMASTER

Adi W Webmaster Undiknas

AKADEMIK II

Agung Akademik Undiknas

KEUANGAN II

Agus Keuangan

MARKETING II

Putri Pendaftaran Mhs Baru

CYBERNET

Sata Cybernet Undiknas


Sistem Pemilu Tak Jamin Pemerintahan Efektif

  • PDF

Serangkaian Dies Natalis dan akreditasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undiknas University menggelar seminar nasional bertema ''Sistem Politik dan Pemilu Indonesia, Harapan dan Kenyataan''. Tampil sebagai pembicara anggota KPU IGP Artha, S.P., M.Si., dan Dr. Nyoman Subanda, Dekan FISIP Undiknas University menghantarkan ''Politik Kontemporer''.

Seminar dipandu Direktur Direktorat Sumber Daya Undiknas University Ida Bagus Teddy Prianthara, S.E. Ak., M.Si. Ia memberi ilustrasi bagaimana kondisi negara saat ini karena biaya pilkada menjadi sangat tinggi hingga sampai memangkas biaya pendidikan dan kesehatan di APBD. Bahkan kepala daerah kini banyak disandera dengan kasus korupsi. IGP Artha menjelaskan pemilu dengan sistem proporsional dilakukan guna mengakomodasi terwakilinya semua elemen rakyat. Jika sistem distrik murni diterapkan bisa membuat wakil rakyat homogen dari satu parpol.

Dia menilai sistem pemilu tak salah, tapi praktiknya yang lepas akibat kepentingan politik sempit. Parpol pemenang pemilu berpikir politis sempit bahwa presiden dan gubernur/bupati harus dari parpol pemenang. Pemikiran inilah yang merusak demokrasi sehingga terjadilah dinasti bupati dari satu keluarga mulai dari ayah hingga ke anak. ''Ada bupati membacakan teks Pancasila saja bisa salah,'' ujarnya.

Yang harus dilakukan sebenarnya masyarakat harus melihat tantangan daerah, kemudian dirumuskan caranya barulah mencari pemimpin yang bisa mengatasi masalah tersebut.

Ia menegaskan sistem pemilu tak menjamin pemerintahan efektif, justru pemilukada boros anggaran hingga Rp 900 miliar.

Ia mengakui adanya wacana untuk penataan ulang sistem Pemilu. Ia mengusulkan pemilu legislatif bersamaan dengan pemilukada sehingga pemenang bupati/gubernur dari parpol pemenang pemilu. Usul ini, kata dia, memang tak lumrah namun bisa efektif. Ada juga usul Gubernur dipilih oleh DPRD Provinsi dan Pemilukada di kota/kabupaten tetap dilakukan DPRD kabupaten/kota. Semua pola ini memiliki kelemahan dan kelebihan.

Dr. Nyoman Subanda mengungkapkan dunia politik kontemporer di era globalisasi dan modernisasi menyebabkan makin kurangnya peran negara. Adanya komersialisasi politik, lunturnya jiwa nasionalisme dan kebangsaan.

Yang terjadi saat ini dalam politik kontemporer parpol hanya sebagai kendaraan politik, parpol pun tak punya konstituen jelas dan miskin idiologi. Di samping itu munculnya politik aliran, parpol cenderung sebagai pengorganisasi daripada mengurusi masyarakat. Mengutamakan figur daripada idiologi dan caleg berkompotensi internal bukan dengan antarparpol.

KONTAK

SEKRETARIAT
Jl.Bedugul No.39 Sidakarya
Denpasar - Bali
info[at]undiknas.ac.id
Telp. 0361-723077 / 723868
Fax. 0361-723077


Telp. (0361) 723077/723868 Fax. (0361) 723077