22 July 2014






HOT NEWS
Mahasiswa KKN Undiknas Gandeng YKI Gelar Operasi Mata Gratis »Pagi mulai beranjak, sekelompok mahasiswa KKN Undiknas yang mendapat tugas melaksanakan KKN di Desa Ayunan kecamatan Abiansemal – Badung, memulai aktifitasnya mengkoordinir kegiatan pemeriksaan dan operasi mata gratis yang di selenggarakan oleh mahasiswa KKN Undiknas bekerjasama dengan Yayasan Kemanusian Indonesia (YKI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2014 dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00 wita, yang diikuti oleh 355 masyarakat desa Ayunan. Terdiri dari 7 orang yang melaksanakan operasi katarak dan sisanya mengikuti pemeriksaan mata gratis serta pembagain kaca mata gratis kepada masyarakat. Kepala Desa Ayunan, I Made Sugatra dalam sambutannya menyampaikan “program pemeriksaan dan operasi mata yang dilaskanakan oleh mahasiswa KKN Undiknas disambut sangat baik oleh masyarakat Desa Ayunan, terbukti dengan membludaknya masyarakat yang hadir dan mengikuti kegiatan ini”. Lebih lanjut Kades I Made Sugatra juga menambahkan agar kegiatan semacam ini terus dilaksanakan, tidak hanya di Desa Ayunan saja, tetapi juga di desa lain yang berada di Kecamatan Abiansemal. Kegiatan KKN mahasiswa Undiknas berlangsung dari tanggal 16 Juni 2014 dan akan berakhir nanti pada tanggal 31 Juli 2014, dipenutup kegiatan KKN mahasiswa Undiknas akan menyelenggarakan kegiatan hiburan untuk masyarakat Desa Ayunan, seperti pagelaran joged, tari, dan musik. Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Undiknas adalah program kebersihan lingkungan, pembuatan profil desa, administrasi desa, mengajar di SD yang ada di Desa Ayunan serta pemeriksanaan dan operasi mata gratis yang dilaksanakan hari ini. Sunday, 20 July 2014 00:00
"Opini" Dosen Sebagai Insan yang Mandiri » Kesibukan seorang dosen telah dimulai jauh hari sebelum tibanya tahun akademik baru yang berkisar pada bulan Agustus-September, kesibukan itu akan semakin bertambah ketika tibanya masa ujian. Dari merancang soal, turut mengawasi ujian, koreksi naskah ujian hingga memberikan nilai mahasiswa, belum lagi kesibukan dalam mendampingi mahasiswa pada kegiatan pengabdian masyarakat, ditambah lagi kesibukan yang bersifat pribadi seperti penelitian mandiri. Penelitian yang sering dikemas dalam hibah, tentu bukanlah pekerjaan yang boleh dikerjakan tanpa rencana yang baik, terlebih jika penelitian itu melibatkan kelompok baik dari dalam institusi maupun dari luar institusinya. Seringkali hibah yang berkedok institusipun ternyata leading sector-nya adalah dosen itu sendiri, sedangkan tugas-tugas lainnya seperti mengajar dan membimbing harus dilakukan seorang dosen. Tak terasa begitu tingginya intensitas kesibukan seorang dosen, sampai-sampai sang dosen lupa mengadministrasikan segala kegiatan tersebut, yang nantinya menjadi bahan untuk menyusun kenaikan jabatan fungsional. Bersyuukurlah pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberlakukan sistem pelaporan beban kerja yang harus dipenuhi oleh seorang dosen yang sudah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional). Meskipun pada awalnya dipandang memberatkan dan merepotkan dosen tetapi melalui Sistem Informasi Pengembangan Karir Dosen (SIPKD) mau tidak mau seorang dosen menjadi pribadi yang lebih terampil dalam mengarsipkan dan mendokumentasikan segala aktifitas Tri Dharma Perguruan Tingginya. Sesungguhnya SIPKD adalah bagian kegiatan untuk melaksanakan Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, yang mengamanahkan agar dosen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Undang-Undang tersebut juga mengatur tentang hak yang dapat diperoleh seorang dosen, tentu saja dengan tetap memenuhi kewajibannya di sisi yang lain. SIPKD adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakoni seorang dosen, dimana aktifitasnya dihargai oleh pemerintah melalui tunjangan sertifikasi dan profesi. Pelaksanaan SIPKD secara khusus tertuang dalam surat edaran Direktur Diktendik No. 1944/E4.1/2013 tentang sosialisasi pengisian SIPKD dan Buku Pedoman SIPKD November 2013. Kelalaian dalam pengisian SIPKD dapat menyebabkan tertundanya tunjangan sertifikasi dosen dan kenaikan jabatan dosen yang bersangkutan. Jadi, SIPKD seyogyanya harus dipenuhi oleh seorang dosen. Tetapi harus diakui bahwa pengisian SIPKD memerlukan energi dan konsentrasi yang tinggi. Persoalan-persoalan teknis yang sering terjadi, tidak saja dikarenakan belum terbiasanya seorang dosen menggunakan Teknologi Informasi, yang melahirkan kekhawatiran terjadinya kesalahan meng-input data, tentu saja dikarenakan dosen belum memahami cara dan proses upload data tersebut. Persoalan lainnya adalah seorang dosen harus memahami penentuan standar baku tentang SKS dari masing-masing poin terkait dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti pendidikan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang idealnya diberikan bobot berapa? Hal ini tentu menyulitkan, mengingat dosen harus memberikan bobot tersebut secara mandiri, sangat berbeda dengan penilaian dan penetapan angka kredit ketika mengajukan kenaikan jabatan fungsional yang lazimnya dinilai dan diberi bobot oleh tim penilai PAK. Selain hambatan internal, rumitnya proses pengisian SIPKD juga tidak terlepas dari hambatan eksternal seperti penerapan sistem yang selalu berubah-ubah dari tahun ke tahun. Sehingga mau tidak mau, seorang dosen harus menyiapkan dirinya menjadi pribadi yang mandiri dalam memanajemeni diri sendiri terkait kesiapan administrasi, dokunentasi dan penguasaan Teknologi Informasi yang sangat diperlukan dalam mengisi laporan beban kerja. Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Direktur Akademik dan Sistem Informasi Undiknas Denpasar  Sunday, 20 July 2014 00:00
Magister Manajemen Undiknas Meraih Akreditasi A (Sangat Baik) dari BAN-PT » Prestasi luar biasa kembali ditoreh jajaran Undiknas University Denpasar. Setelah sukses menghantarkan Prodi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih akreditasi A pertama di Bali, kini Prodi Magister Manajemen (MM) Program Pascasarjana Undiknas University sukses meraih akreditasi A (sangat baik) dari BAN-PT. Hal itu langsung diungkapkan Rektor Undiknas yang juga selaku Direktur Pascasarjana Undiknas, Prof. Gede Sri Darma, D.B.A., Sabtu (12/7). Pada Purnamaning Kasa itu langsung diadakan persembahyangan bersama sebagai bentuk angayubagia dan rasa syukur atas prestasi yang diraih MM Undiknas. Hadir dalam acara itu Wakil Rektor Undiknas, Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si., Wakil Direktur Pascasarjana Undiknas, Dr. A.A.N. Eddy Supriyadinata Gorda, Kaprodi MM, Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M., para Direktur serta Mahasiswa Pascasarjana Undiknas. Saat itu juga tersiar kabar bahwa Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. juga sukses meraih kepangkatan tertinggi di PNS yakni Golongan IV-E. Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. mengungkapkan rasa syukurnya karena berkat perjuangan serta kerja keras jajaran MM Undiknas hingga mampu menembus akreditasi A. Maka dalam acara itu Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. langsung menyerahkan penghargaan kepada tim penyusun borang, pejabat hingga karyawan yang sudah bekerja secara maksimal dalam mehantarkan MM Undiknas memperoleh nilai akreditasi A. Tak puas hingga meraih nilai akreditasi A, Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. akan mempersiapkan MM Undiknas untuk mengajukan akreditasi bertaraf internasional yaitu AACSB (Association to Advance Collegiate for School of Business). Lulusan MM Undiknas yang mampu meraih TOEFL minimal 550 poin akan mendapatkan gelar Master of Business Administration (M.B.A.). Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. menargetkan MM Undiknas selain meraih akreditasi A secara nasional juga AACSB untuk menyusul jejak MM UGM. Sehingga lulusannya berdaya saing internasional. Itu juga alasan Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. memajang bendera negara-negara Asia untuk memotivasi warga MM Undiknas untuk menghadapi ASEAN Community 2015 dan persaiangan global 2020. Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. juga memamparkan perjuangan berat MM Undiknas yang berdiri tanggal 17 April 2000 yang dibidani Prof. IGN Gorda (Alm). Sejak 2008 MM meraih nilai akreditasi B dipimpin Prof. Gede Sri Darma bersama Drs. Ngakan Putu Kiskina, M.Si. Hingga sekarang pada angkatan ke 39 di tahun 2014 telah sukses mendapatkan nilai akreditasi tertinggi A dengan jumlah alumni sebanyak 1500 Magister. Untuk itu Prof. Gede Sri Darma, D.B.A., mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun borang, semua dosen, karyawan hingga cleaning service dan security yang turut andil pada saat pelaksanaan akreditasi. “Ini merupakan nilai yang sangat memuaskan, baru jumat malam informasi ini kami terima,” Ujar Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. seraya menambahkan tugas berat dalam mempertahankan predikat ini pada tahun 2019. Prof. IB Raka Suardana menambahkan, hingga kini mahasiswa aktif MM Undiknas mencapai 200 orang. Mereka dibimbing oleh enam Profesor serta 18 orang Doktor yang memiliki konpetensi dibidang ilmu manajemen.  Saturday, 12 July 2014 00:00

INFO LEMBAGA

HASIL  MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN UTS…
Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Ni Ketut Elly…
Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS)…


INFO FAKULTAS

PEDOMAN TATA PENULISAN Berikut ini ditentukan…
COMPANY VISIT FAKULTAS HUKUM (FH) UNDIKNAS KE…
13 april 2012 , jam 10.00 Wita FTI - Sipil…

PUSAT KAJIAN

Kata Pengantar Jurnal Konstitusi ini merupakan…
RESUME KEGIATAN SUARA KONSTITUSIKERJASAMA…

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

AKADEMIK I

Mudita Akademik Undiknas

KEUANGAN I

Md Mul Keuangan Undiknas

MARKETING I

Mareni Marketing Undikinas

WEBMASTER

Adi W Webmaster Undiknas

AKADEMIK II

Agung Akademik Undiknas

KEUANGAN II

Agus Keuangan

MARKETING II

Putri Pendaftaran Mhs Baru

CYBERNET

Sata Cybernet Undiknas


Pelayanan Kesehatan Undiknas

  • PDF

Pelayanan kesehatan merupakan unit yang ditujukan untuk penunjang layanan kesehatan bagi mahasiswa, karyawan dan dosen. Mahasiswa, karyawan dan dosen bebas mendapatkan pelayanan kesehatan dan memperoleh pengobatan standar. Yang berhak mendapat layanan kesehatan adalah mahasiswa, dosen dan karyawan.

Syarat mendapatkan layanan kesehatan

  1. Mahasiswa yang terdaftar aktif pada semester yang sedang berjalan secara otomatis berhak mendapat layanan kesehatan.
  2. Dosen dan karyawan secara otomatis mendapat pelayanan kesehatan.

Waktu Pelayanan
Pelayanan kesehatan selama lima hari kerja dalam seminggu, yaitu dari hari Senin sampai dengan hari Jumat, dari pukul 08.00 s.d. 11.00 Wita

Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pengukuran kadar gula darah, dan obat standar.

Last Updated on Monday, 07 February 2011 02:08

KONTAK

SEKRETARIAT
Jl.Bedugul No.39 Sidakarya
Denpasar - Bali
info[at]undiknas.ac.id
Telp. 0361-723077 / 723868
Fax. 0361-723077


Telp. (0361) 723077/723868 Fax. (0361) 723077