24 July 2014






HOT NEWS
Rektor Undiknas, Prof. Gede Sri Darma Raih Golongan IV E dalam Usia 45 Tahun »SETELAH sukses mengantarkan Program Studi Manajemen (S-1) dan Program Studi Magister Manajemen (S-2) Undiknas meraih nilai akreditasi A dari BAN-PT, kini Prof. Gede Sri Darma, DBA. mampu meraih prestasi golongan IV E di usia 45 tahun. Golongan IV E adalah kepangkatan Pembina Utama dalam struktur PNS (tertinggi dalam kepangkatan PNS). SK kepangkatan yang ditandatangani Presiden SBY itu berlaku sejak 1 April 2014 bersama-sama dengan Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Cuma bedanya Prof. Dasi Astawa meraih kepangkatan tertinggi tersebut di usia 54 tahun. Uniknya, kedua usianya sama-sama bemilai 9 serta tanggal lahirnya benilai 9 yakni 18 untuk Sri Darma dan 9 untuk Dasi Astawa. Hal ini diungkapkan dalam acara syukuran bersama dosen dan karyawan Pascasarjana Undik­nas Denpasar, Selasa (22/7) kemarin di Gedung Pascasarjana Undiknas. Prestasi ini menurut kalangan pejabat di Undiknas telah memberikan kontribusi positif tidak hanya kepada dosen agar mampu meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga memberikan kontribusi kepada nilai dan mutu Program Manajemen dan Magister Mana­jemen di Undiknas. Prof. Sri Darma yang juga Rektor Undiknas dan saat ini dipercaya sebagai Komisaris AJB Bumiputra 1912, dalam kata sambutannya mensyukuri atas raihan golongan/kepangkatan tertinggi tersebut. Demikian juga ucapan terima kasih disampaikan oleh Prof. Sri Darma ke­pada seluruh sahabat yang mem­berikan support atas capaian ini. "Pencapaian golongan IV E ini tidaklah mudah, perlu kerja cer- das dan penuh inovasi,” kata Prof. Sri Darma yang juga sekaligus Ketua APTISI Bali. Prof. Dasi Astawa yang aktif di berbagai LSM sangat mengapresiasi keberadaan Undiknas sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh temannya yang ikut membantu pencapaian prestasi ini. Dia juga sangat mengapresiasi prestasi Prof. Sri Dar­ma yang dalam usia muda telah meraih golongan IV E tersebut. Dasi Astawa mengakui Sri Dar­ma yang banyak berjasa untuk meraih guru besar. Menariknya, saat meraih kepangkatan mulai IV C, IV D hingga IV E dalam waktu bersamaan. Saat itu juga diperke- nalkan Ketua Prodi Magister Manajemen yang kini dipegang oleh Dr. Ni Made Sunariani, S. M.M., menggantikan Prof. Dr. Raka Suardana, S.E., M.M. Wakil Rektor Undiknas Prof. Nyoman Budiana berharap jejak kedua tokoh Undiknas ini bisa jadikan motivasi bagi dosen bergelar doktor lainnya untuk meraih guru besar hingga mendapat golongan IV E. Prestasi ini, bagi dia, sangat berharga bagi iklim akademik di lingkungan Undiknas, apalagi untuk Program PPS Undiknas. Dr. Nyoman Subanda mensyukuri karena di tengah prestasi Undiknas meraih akreditasi A bagi MM dan S-l Manajemen, akreditasi institusi dan makin banyaknya jumlah mahasiswa dibarengi dengan prestasi individu SDM penyelenggaranya dngan golongan IV E. Prof. IB Raka Suardana yang kini meraih IV C juga mengaku terpecut menjadi guru besar dari kalangan swasta atas motivasi Prof. Gede Sri Darama. Bahkan Wakil Direktur PPS Undiknas Dr. A.A. Eddy Supriyadinata Gorda, S.E.,M.M. mengakui selama ini Undiknas maju karena dipimpin oleh orang hebat yang dirintis oleh Prof. IGN Gorda (alm), kini dipimpin Prof. Gede Sri Darma. Thursday, 24 July 2014 00:58
Mahasiswa KKN Undiknas Gandeng YKI Gelar Operasi Mata Gratis »Pagi mulai beranjak, sekelompok mahasiswa KKN Undiknas yang mendapat tugas melaksanakan KKN di Desa Ayunan kecamatan Abiansemal – Badung, memulai aktifitasnya mengkoordinir kegiatan pemeriksaan dan operasi mata gratis yang di selenggarakan oleh mahasiswa KKN Undiknas bekerjasama dengan Yayasan Kemanusian Indonesia (YKI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2014 dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00 wita, yang diikuti oleh 355 masyarakat desa Ayunan. Terdiri dari 7 orang yang melaksanakan operasi katarak dan sisanya mengikuti pemeriksaan mata gratis serta pembagain kaca mata gratis kepada masyarakat. Kepala Desa Ayunan, I Made Sugatra dalam sambutannya menyampaikan “program pemeriksaan dan operasi mata yang dilaskanakan oleh mahasiswa KKN Undiknas disambut sangat baik oleh masyarakat Desa Ayunan, terbukti dengan membludaknya masyarakat yang hadir dan mengikuti kegiatan ini”. Lebih lanjut Kades I Made Sugatra juga menambahkan agar kegiatan semacam ini terus dilaksanakan, tidak hanya di Desa Ayunan saja, tetapi juga di desa lain yang berada di Kecamatan Abiansemal. Kegiatan KKN mahasiswa Undiknas berlangsung dari tanggal 16 Juni 2014 dan akan berakhir nanti pada tanggal 31 Juli 2014, dipenutup kegiatan KKN mahasiswa Undiknas akan menyelenggarakan kegiatan hiburan untuk masyarakat Desa Ayunan, seperti pagelaran joged, tari, dan musik. Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Undiknas adalah program kebersihan lingkungan, pembuatan profil desa, administrasi desa, mengajar di SD yang ada di Desa Ayunan serta pemeriksanaan dan operasi mata gratis yang dilaksanakan hari ini. Sunday, 20 July 2014 00:00

INFO LEMBAGA

HASIL  MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN UTS…
Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Ni Ketut Elly…
Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS)…


INFO FAKULTAS

PEDOMAN TATA PENULISAN Berikut ini ditentukan…
COMPANY VISIT FAKULTAS HUKUM (FH) UNDIKNAS KE…
13 april 2012 , jam 10.00 Wita FTI - Sipil…

PUSAT KAJIAN

Kata Pengantar Jurnal Konstitusi ini merupakan…
RESUME KEGIATAN SUARA KONSTITUSIKERJASAMA…

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

AKADEMIK I

Mudita Akademik Undiknas

KEUANGAN I

Md Mul Keuangan Undiknas

MARKETING I

Mareni Marketing Undikinas

WEBMASTER

Adi W Webmaster Undiknas

AKADEMIK II

Agung Akademik Undiknas

KEUANGAN II

Agus Keuangan

MARKETING II

Putri Pendaftaran Mhs Baru

CYBERNET

Sata Cybernet Undiknas


Untuk Kepentingan Krama Desa Pakraman LPD Perlu Dipertahankan

  • PDF

Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) tak perlu diragukan. LPD mampu menopang sendi-sendi perekonomian masyarakat Bali. Walaupun ada wacana untuk melakukan perubahan nama LPD, namun itu tidak memengaruhi kinerja lembaga ini. Masalah payung hukum bagi LPD pun menjadi sorotan apakah akan memiliki aturan tersendiri, ikut aturan perkoperasian atau mengacu kepada UU Perbankan.

Hal itu terungkap dalam diskusi terbatas ''Memperkuat Mutu Manajemen Lembaga Perkreditan Desa untuk Memberdayakan Ekonomi Desa Pakraman'' di Undiknas University, Selasa (18/1) kemarin. Diskusi yang diselenggarakan Koran Tokoh bekerja sama dengan Undiknas University ini menghadirkan Prof. Dr. Sri Darma (Rektor Undiknas University), Gede Sadguna (Deputi Pemimpin Bank Indonesia Denpasar), I Gede Arya Sena (Patajuh Panyarikan Agung Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali), Giri Arta (pengurus LPD Pecatu), serta sejumlah pemerhati di bidang hukum, ekonomi dan adat.

Arya Sena memaparkan, Majelis Desa Pakraman sesuai dengan hasil Pesamuhan Agung III bulan Oktober 2010 telah menerima masukan terkait perubahan kepanjangan LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa. LPD merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan dipertahankan eksistensinya. ''Kami berharap dalam pembahasan mengenai LPD ada kesepahaman bersama yang mengacu kepada Bali Mawacara,'' tandasnya.

Ia mengatakan NPL LPD mencapai Rp 4 triliun lebih. Dana ini memerlukan perlindungan. Karena itu, payung hukum yang menaungi LPD pun masih dalam pembahasan. Dalam RUU Lembaga Keuangan Mikro, asas LPD yang menjadi identitas Bali tidak tercantum. Karena itu, LPD yang khas ini perlu mendapat perhatian khusus.

Dekan FH Undiknas University Prof. Dr. Nyoman Budiana memaparkan, selama ini LPD sudah terbukti banyak membantu kegiatan di desa pakraman. Keuntungan yang didapatkan dari LPD tidak semuanya diambil LPD, karena dikembalikan lagi ke desa pakraman. Artinya, menjadi nasabah ataupun tidak, krama desa pakraman tetap bisa menikmati keuntungan LPD. Berbeda jika LPD mengacu kepada aturan koperasi atau badan hukum lainnya, keuntungan hanya menjadi milik pemegang saham.

LPD lahir dari pemikiran Ida Bagus Mantra (alm) yang ingin membantu meringankan beban masyarakat dalam urusan keuangan untuk upacara. Ternyata LPD mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan ada yang asetnya mencapai miliaran. Walaupun ada juga LPD yang bangkrut karena salah pengelolaan.

Saat ini diperkirakan ada 1.471 LPD di Bali dengan aset mencapai Rp 4,57 triliun. Dari pandangan Ida Bagus Kade Perdana, LPD merupakan agent of development di desa yang mengedepankan konsep manyamabraya. Karena itu, ia mengatakan perlu pemikiran mendalam mengenai payung hukum bagi LPD.

KONTAK

SEKRETARIAT
Jl.Bedugul No.39 Sidakarya
Denpasar - Bali
info[at]undiknas.ac.id
Telp. 0361-723077 / 723868
Fax. 0361-723077


Telp. (0361) 723077/723868 Fax. (0361) 723077