03 September 2014






HOT NEWS
Undiknas Jalin Kerjasama dengan Institute Teknologi Nasional Malang »Undiknas kembali mengembangkan sayap dengan mengadakan kerjasama dengan Institute Teknologi Nasional yang sering disebut ITN Malang. Penandatanganan MoU dilaksanakan hari ini Jumat, 29 Agustus 2014 bertempat di Gedung B Kampus Undiknas Denpasar. Kedatangan Rektor ITN Ir. Soeparno Djiwo, M.T., dan jajarannya disambut oleh Wakil Rektor Undiknas Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H.,M.Si. beserta jajaran pimpinan Undiknas Denpasar. Dalam acara tersebut ditandatangani kerjasama dalam bidang pendidikan, karena Undiknas dan ITN sama-sama memiliki misi untuk mencerdaskan anak bangsa. Selain itu kerjasama juga dilaksanakan dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi, salah satunya menjalin kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam sambutannya Wakil Rektor Undiknas mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang telah ditandatangani dan apresiasi yang tinggi juga diberikan kepada ITN yang pernah berjaya pada tahun 2000an atas prestasi dengan jumlah mahasiswa terbanyak tahun itu. Rektor ITN juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas MoU dan penyambutannya selama melaksanakan kunjungan di kampus Undiknas Denpasar, rector ITN juga berharap kerjasama dengan Undiknas bisa terus ditingkatkan. Direktur Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Nyoman Sri Subawa M.M., menambahkan prestasi yang luar bisa dalam bidang penelitian telah diraih ITN, terbukti dengan banyaknya raihan hibah dari DIKTI yang diperoleh, atas prestasi tersebut Dr. Sri Subawa mengucapkan selamat kepada Rektor ITN dan jajarannya. Dipengujung acara dilaksanakan pertukaran cendera mata dan diakhiri dengan sesi foto bersama di depan gedung B kampus Undiknas.  Friday, 29 August 2014 06:47
Dekan FEB "Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E.,M.M.," dipercaya sebagai Pembina sekaligus Narasumber juara Olimpiade Sains »‎Dekan FEB Undiknas, Prof. Dr IB Raka Suardana, SE.,MM dipercaya sebagai Pembina sekaligus Narasumber juara Olimpiade Sains bid Ekonomi Prov Bali yg akan bertarung pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Mataram, 1-7 Sept 2014. Kepercayaan tersebut diberilan oleh Gubernur Bali melalui Ka Disdikpora Prov Bali. Pembinaan dilakukan dalam suatu Training Center (TC) selama 7 hari mulai tg" 24-29 Agustus bertempat di Denpasar. Para peserta yg dibina oleh Prof Raka adalah Made Ngurah Utana (SMA Bali Mandara - Singaraja), Ni Putu Cyntia Suryadewi (SMAN 3 Denpasar), I Komang Tri wisnanada (SMAN 1 Gianyar) dan Evita Martha Dewi (SMAN 4 Denpasar). Prof Raka menyatakan,"suatu kebanggaan tersendiri dipercaya oleh pemda Bali, namun beban berat yg dipikul karena kalau gagal di tingkat nasional, nama Bali akan kecipratan juga." ‎"Selain nama baik diri sendiri ikut terbebani, nama baik lembaga juga dipertaruhkan," ujar Prof Raka saat mendampingi mahasiswa simulasi bermain saham di kantor BEI perwakilan bali, di jl Sudirman Denpasar Rabu, 27 Agustus 2014. Para juara di tingkat Bali, adalah para pemenang dari Kabupaten se-Bali. Ada 9 bidang keilmuan yang dilombakan, yakni matematika, Fisika, Kimia, Informatika/Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi. Para juara di tingkat Bali dimasukkan TC di Kota Denpasar dan masing-masing bidang ada pembinanya. Khusus utkmatematika, Fisika, Kimia, astronomi/Komputer dan Biologi, jika memperoleh juara di tingkat nasional akan dikirim utk bertanding di kancah internasional.  Thursday, 28 August 2014 07:38

INFO LEMBAGA

HASIL  MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN UTS…
Oleh : Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. Ni Ketut Elly…
Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS)…


INFO FAKULTAS

PEDOMAN TATA PENULISAN Berikut ini ditentukan…
COMPANY VISIT FAKULTAS HUKUM (FH) UNDIKNAS KE…
13 april 2012 , jam 10.00 Wita FTI - Sipil…

PUSAT KAJIAN

Kata Pengantar Jurnal Konstitusi ini merupakan…
RESUME KEGIATAN SUARA KONSTITUSIKERJASAMA…

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

AKADEMIK I

Mudita Akademik Undiknas

KEUANGAN I

Md Mul Keuangan Undiknas

MARKETING I

Mareni Marketing Undikinas

WEBMASTER

Adi W Webmaster Undiknas

AKADEMIK II

Agung Akademik Undiknas

KEUANGAN II

Agus Keuangan

MARKETING II

Putri Pendaftaran Mhs Baru

CYBERNET

Sata Cybernet Undiknas


Untuk Kepentingan Krama Desa Pakraman LPD Perlu Dipertahankan

  • PDF

Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) tak perlu diragukan. LPD mampu menopang sendi-sendi perekonomian masyarakat Bali. Walaupun ada wacana untuk melakukan perubahan nama LPD, namun itu tidak memengaruhi kinerja lembaga ini. Masalah payung hukum bagi LPD pun menjadi sorotan apakah akan memiliki aturan tersendiri, ikut aturan perkoperasian atau mengacu kepada UU Perbankan.

Hal itu terungkap dalam diskusi terbatas ''Memperkuat Mutu Manajemen Lembaga Perkreditan Desa untuk Memberdayakan Ekonomi Desa Pakraman'' di Undiknas University, Selasa (18/1) kemarin. Diskusi yang diselenggarakan Koran Tokoh bekerja sama dengan Undiknas University ini menghadirkan Prof. Dr. Sri Darma (Rektor Undiknas University), Gede Sadguna (Deputi Pemimpin Bank Indonesia Denpasar), I Gede Arya Sena (Patajuh Panyarikan Agung Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali), Giri Arta (pengurus LPD Pecatu), serta sejumlah pemerhati di bidang hukum, ekonomi dan adat.

Arya Sena memaparkan, Majelis Desa Pakraman sesuai dengan hasil Pesamuhan Agung III bulan Oktober 2010 telah menerima masukan terkait perubahan kepanjangan LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa. LPD merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan dipertahankan eksistensinya. ''Kami berharap dalam pembahasan mengenai LPD ada kesepahaman bersama yang mengacu kepada Bali Mawacara,'' tandasnya.

Ia mengatakan NPL LPD mencapai Rp 4 triliun lebih. Dana ini memerlukan perlindungan. Karena itu, payung hukum yang menaungi LPD pun masih dalam pembahasan. Dalam RUU Lembaga Keuangan Mikro, asas LPD yang menjadi identitas Bali tidak tercantum. Karena itu, LPD yang khas ini perlu mendapat perhatian khusus.

Dekan FH Undiknas University Prof. Dr. Nyoman Budiana memaparkan, selama ini LPD sudah terbukti banyak membantu kegiatan di desa pakraman. Keuntungan yang didapatkan dari LPD tidak semuanya diambil LPD, karena dikembalikan lagi ke desa pakraman. Artinya, menjadi nasabah ataupun tidak, krama desa pakraman tetap bisa menikmati keuntungan LPD. Berbeda jika LPD mengacu kepada aturan koperasi atau badan hukum lainnya, keuntungan hanya menjadi milik pemegang saham.

LPD lahir dari pemikiran Ida Bagus Mantra (alm) yang ingin membantu meringankan beban masyarakat dalam urusan keuangan untuk upacara. Ternyata LPD mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan ada yang asetnya mencapai miliaran. Walaupun ada juga LPD yang bangkrut karena salah pengelolaan.

Saat ini diperkirakan ada 1.471 LPD di Bali dengan aset mencapai Rp 4,57 triliun. Dari pandangan Ida Bagus Kade Perdana, LPD merupakan agent of development di desa yang mengedepankan konsep manyamabraya. Karena itu, ia mengatakan perlu pemikiran mendalam mengenai payung hukum bagi LPD.

KONTAK

SEKRETARIAT
Jl.Bedugul No.39 Sidakarya
Denpasar - Bali
info[at]undiknas.ac.id
Telp. 0361-723077 / 723868
Fax. 0361-723077


Telp. (0361) 723077/723868 Fax. (0361) 723077